Meta Siap Gebrak Pasar: Smartwatch dan Kacamata AR Canggih Segera Meluncur Tahun Ini


Setelah beberapa kali mengalami penundaan dan pembatalan proyek, Meta (perusahaan induk Facebook dan Instagram) dikabarkan akan secara resmi terjun ke pasar smartwatch pada akhir tahun 2026. Tidak hanya itu, raksasa teknologi ini juga berencana merilis kacamata AR (Augmented Reality) dengan layar binokular yang lebih canggih.

​Smartwatch "Malibu 2": Integrasi AI di Pergelangan Tangan

​Berdasarkan laporan dari The Information, Meta tengah menyiapkan smartwatch dengan kode nama "Malibu 2". Perangkat ini diprediksi akan rilis sebelum akhir tahun ini dengan fokus utama pada:

  • Fitur Kesehatan: Sensor pelacakan aktivitas dan kesehatan yang komprehensif.
  • Integrasi Meta AI: Asisten cerdas yang tertanam langsung untuk memudahkan interaksi pengguna.

​Proyek jam tangan pintar Meta sendiri memiliki sejarah panjang yang berliku. Sejak 2021, Meta sempat dikabarkan mengembangkan model dengan kamera yang bisa dilepas, namun proyek tersebut sempat dihentikan karena efisiensi anggaran di divisi Reality Labs. Kini, di bawah arahan Mark Zuckerberg, fokus investasi dialihkan kembali ke sektor wearables.

​Kacamata AR "Hypernova 2" Dipercepat

​Kesuksesan kacamata pintar Meta Ray-Ban di Amerika Serikat memicu Meta untuk mempercepat jadwal peluncuran produk berikutnya. Kacamata AR dengan layar binokular (dua mata) yang dikenal dengan kode nama "Hypernova 2" kabarnya dimajukan jadwal rilisnya dari tahun 2027 ke akhir 2026.

​Kacamata ini diharapkan memberikan pengalaman Mixed Reality (MR) yang lebih imersif dibandingkan model Ray-Ban saat ini yang hanya memiliki satu layar atau fungsi dasar.

​Pergeseran Strategi: Fokus pada Perangkat Ringan

​Meskipun ada percepatan di sektor kacamata AR dan jam tangan, produk lain seperti headset VR ringan dengan kode nama "Phoenix" justru dikabarkan mengalami penundaan. Headset tersebut yang awalnya direncanakan rilis tahun 2026 kini diundur ke awal 2027.

​Langkah ini memperkuat pernyataan Zuckerberg sebelumnya bahwa Meta akan memusatkan sumber dayanya pada teknologi yang bisa digunakan sehari-hari secara kasual, seperti kacamata dan perangkat pergelangan tangan, demi memperluas ekosistem AI dan Metaverse mereka.